Categories
Berita

Milad ke-20 KKLT, Dua Dekade Diaspora Luwu Timur Menjaga Silaturahmi dan Kontribusi untuk Daerah

MAKASSAR — Dua dekade perjalanan Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) menjadi momentum untuk memperkuat kembali ikatan kekeluargaan sekaligus menegaskan kontribusi diaspora Luwu Timur bagi pembangunan daerah.

Pesan itu mengemuka dalam peringatan Milad ke-20 KKLT yang digelar di Cafe Dawai, Tamalanrea, Makassar, Sabtu (15/8/2026).

Didirikan pada 9 Juni 2006, KKLT hadir sebagai wadah silaturahmi dan kekeluargaan bagi masyarakat asal Luwu Timur yang berada di perantauan.

Dua puluh tahun kemudian, organisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menjaga hubungan antarsesama diaspora, tetapi juga mulai memperluas peran melalui gagasan dan kontribusi bagi daerah asal.

Dua Dekade KKLT

Peringatan dua dekade KKLT dikemas secara khidmat dalam suasana kekeluargaan. Selain seremoni milad, kegiatan dirangkai dengan dialog internal yang mempertemukan tokoh organisasi, akademisi, dunia usaha, serta anggota KKLT.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kabupaten Luwu Timur, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Tedy Hendratno.

Sambutan Ketua Panitia, Tedy Hendratno.
Sambutan Ketua Panitia, Tedy Hendratno.

Ketua Umum KKLT, Dr. dr. Abdul Rahman Rauf, Sp.OG (K), kemudian memberikan sambutan. Di hadapan peserta, pria yang akrab disapa Dokter Mammang itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk perwakilan PT Vale Indonesia Tbk dan sejumlah tokoh senior KKLT.

“Terima kasih sudah berkenan hadir di acara ini. Tak terasa KKLT telah berusia 20 tahun, dua dekade organisasi ini berjalan dengan semua suka dukanya. Semoga kami dapat menuntaskan amanah ini dengan baik,” ujar Abdul Rahman.

Sambutan Ketua Umum KKLT, Dokter Mammang.
Sambutan Ketua Umum KKLT, Dokter Mammang.

Dokter Mammang merupakan Ketua Umum KKLT periode kedua. Ia terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) II KKLT yang digelar di Hotel MaxOne Makassar, Minggu, 9 Juni 2024.

Sebelumnya, KKLT dipimpin oleh Ketua Umum pertama, Prof. drg. Mansjur Nasir, Ph.D.

Perjalanan kepemimpinan tersebut sekaligus menandai proses regenerasi organisasi yang diharapkan mampu membawa KKLT tetap relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat Luwu Timur.

Usai sambutan ketua umum, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin Wakil Ketua KKLT Bidang Kerohanian dan Adat, Saharuddin Budiman, S.Ag., M.Pd.

Dua Dekade, Saatnya Memperluas Kontribusi

Memasuki acara inti, suasana milad kemudian bergeser menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan.

Dialog internal mengangkat tema “Dua Dekade Kebersamaan: Menguatkan Silaturahmi, Melanjutkan Kontribusi, Membangun Luwu Timur yang Lebih Maju dan Sejahtera.”

Dialog dimoderatori Wakil Ketua KKLT Bidang Organisasi, Program dan Kebijakan Strategis, Asri Tadda.

Dialog Internal KKLT

Ketua Dewan Pakar KKLT yang juga Guru Besar Universitas Negeri Makassar sekaligus Rektor Universitas Nusantara Harapan Makassar, Prof. Dr. Jasruddin, M.Si., tampil sebagai narasumber pertama.

Sementara narasumber kedua adalah Senior Coordinator Sustaining & Growth Project PT Vale Indonesia Tbk, La Ode Muhammad Ichman.

Kehadiran kedua narasumber menghadirkan dua perspektif yang saling melengkapi. Jasruddin memberikan perspektif akademik dan kelembagaan, sementara Ichman membawa perspektif dunia usaha sekaligus pengalaman panjang PT Vale dalam menjalankan aktivitas industri dan program pengembangan masyarakat di Luwu Timur.

Dalam dialog tersebut, pembangunan Luwu Timur tidak dilihat semata-mata dari ukuran pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, ketahanan sosial, serta keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian penting dari masa depan daerah.

Ichman memaparkan empat dimensi yang dinilai memiliki kaitan erat dengan masa depan Luwu Timur, yakni ekonomi, human capital, social cohesion, dan lingkungan.

Menurut perspektif yang disampaikan PT Vale, keempat dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Penguatan ekonomi, misalnya, membutuhkan SDM yang kompeten. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi juga perlu ditopang ketahanan sosial serta praktik pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau kita bicara tentang masa depan Luwu Timur, kita tidak bisa hanya melihat satu dimensi. Ada ekonomi, ada human capital, ada social cohesion, dan tentu saja lingkungan. Keempatnya harus bergerak bersama,” kata Ichman dalam dialog tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya membangun SDM yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pendidikan, menurut dia, tidak cukup hanya dipahami sebagai perluasan akses, tetapi harus mampu menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan daerah dan dunia kerja.

Karena itu, pengembangan human capital dapat diarahkan melalui pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi, upskilling, program magang, hingga pengembangan kepemimpinan generasi muda.

KKLT dan Tantangan Luwu Timur ke Depan

Gagasan tersebut kemudian berkembang dalam diskusi yang melibatkan peserta.

Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan, masukan, hingga gagasan mengenai bagaimana KKLT dapat memainkan peran yang lebih strategis dalam pembangunan Luwu Timur.

Milad ke-20 KKLT

Bagi KKLT, diaspora tidak semestinya hanya menjadi kelompok masyarakat yang menjaga hubungan emosional dengan daerah asal. Jejaring yang terbentuk selama dua dekade dapat menjadi modal sosial untuk menghadirkan kontribusi yang lebih konkret.

Dengan anggota dan jejaring yang tersebar di berbagai wilayah, KKLT memiliki potensi untuk mempertemukan sumber daya profesional, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda asal Luwu Timur dalam satu ekosistem kontribusi.

Dalam konteks itu, organisasi diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi mampu menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta penyusunan gagasan strategis untuk daerah.

Dialog juga menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak. Pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora dinilai memiliki peran masing-masing dalam menjawab tantangan pembangunan Luwu Timur.

Dari diskusi tersebut kemudian mengemuka sejumlah poin rekomendasi untuk penguatan organisasi dan kontribusi KKLT ke depan.

Rekomendasi tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa peringatan dua dekade KKLT tidak hanya dimaknai sebagai seremoni ulang tahun, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan arah kontribusi pada masa mendatang.

Milad KKLT

Menjaga Silaturahmi, Melanjutkan Kontribusi

Dua puluh tahun setelah didirikan, tantangan KKLT tentu tidak lagi sama seperti ketika organisasi tersebut pertama kali dibentuk pada 2006.

Jika pada awalnya kebutuhan utama adalah membangun wadah silaturahmi bagi diaspora Luwu Timur, maka perkembangan zaman menuntut organisasi untuk mengambil peran yang lebih luas.

Kekuatan KKLT ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga akar kekeluargaan sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan generasi baru.

Di titik itulah tema milad tahun ini menemukan relevansinya: menguatkan silaturahmi, melanjutkan kontribusi, dan membangun Luwu Timur yang lebih maju dan sejahtera.

Rangkaian acara ditutup tepat pukul 16.00 WITA. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi foto bersama sebagai penanda dua dekade perjalanan KKLT.

Dari Cafe Dawai Tamalanrea, Makassar, peringatan 20 tahun KKLT pun ditutup dengan satu pesan besar bahwa perjalanan dua dekade bukanlah garis akhir, melainkan titik untuk memulai babak baru—dengan silaturahmi yang tetap terjaga dan kontribusi yang semakin nyata bagi Luwu Timur. (*)