Categories
Berita

Pasca Kebocoran, KKLT Dorong PT Vale Modernisasi Pipa dan Berdayakan Tenaga Lokal untuk Pengawasan

Modernisasi dan penataan ulang jalur distribusi pipa minyak PT Vale menjadi langkah penting untuk mencegah risiko serupa di masa mendatang.

LUWU TIMUR — Kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, yang sempat mengancam puluhan hektar sawah dan tambak warga, mendapat perhatian serius dari Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT).

Selain menekankan penanganan dampak bagi warga terdampak, KKLT juga menyoroti langkah perusahaan untuk meningkatkan tata kelola lingkungan dan pembangunan sumber daya manusia lokal.

Suryadi Arsyad, Wakil Ketua KKLT Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, menekankan beberapa langkah strategis yang harus dijalankan PT Vale pasca-insiden kebocoran pipa High Sulphur Fuel Oil (HSFO).

Suryadi Arsyad, Wakil Ketua KKLT Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (Foto: IST)

Menurutnya, modernisasi dan penataan ulang jalur distribusi pipa menjadi langkah penting untuk mencegah risiko serupa di masa mendatang.

“Perusahaan perlu melakukan modernisasi dan tata letak ulang jalur distribusi HFSO/BBM agar potensi kebocoran dapat diminimalkan,” ujar Suryadi, Senin (25/8/2025).

Selain itu, Suryadi menilai PT Vale harus mendorong transisi teknologi yang lebih ramah lingkungan, dengan mengurangi ketergantungan pada konsumsi HFSO/BBM dan beralih ke teknologi berbasis listrik dan bahan bakar gas (BBG).

Pipa Minyak PT Vale

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kelestarian lingkungan di Luwu Timur.

“Kebocoran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perusahaan harus serius dalam menerapkan standar lingkungan internasional, seperti sertifikat ISO 14001, serta memastikan penghargaan PROPER EMAS tidak sekadar formalitas, tapi tercermin dalam praktik operasional sehari-hari,” tambahnya.

Suryadi juga menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal. Menurutnya, karyawan asal Luwu memiliki semangat cinta tanah leluhur yang lebih besar dibanding semangat sekadar mencari nafkah.

Oleh karena itu, rekrutmen karyawan lokal sebagai tenaga pengawas operasional dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan pipa sekaligus memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat setempat.

“Dengan tenaga pengawas lokal, risiko operasional dapat dipantau lebih baik, karena mereka memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan tanah leluhur,” ujarnya.

Sawah Warga Menghitam akibat tercemar tumpahan minyak PT Vale

Suryadi menegaskan, KKLT akan terus memantau penanganan kebocoran pipa ini dan mendorong PT Vale untuk mengedepankan transparansi serta tanggung jawab sosial, agar kerugian warga terdampak dapat pulih sepenuhnya dan ekosistem di sekitar Danau Towuti serta aliran sungai tetap terlindungi.

Hingga kini, PT Vale melalui Presiden Direktur dan CEO Bernardus Irmanto terus melakukan pemantauan di lapangan, memastikan aliran minyak dihentikan, serta menyiapkan langkah pemulihan dan kompensasi bagi masyarakat terdampak. (*)